Kamis, 29 Mei 2014

Tips Merawat Kaset

Kaset sempat merajai pasaran sampai pada awal tahun 90-an. Benda itu berhasil menggeser pamor piringan hitam. Dan selama satu dasawarsa telah terjadi perkembangan musik yang demikian cepat. Banyak yang kemudian berpindah ke jalur pita.

Tips berikut dapat membantu Anda yang berhubungan dengan kaset.

SUARA MENDEM
Ada beberapa cara untuk menormalkan suara dari pita kaset yang terpendam, yaitu:
1. Mengganti busa atau bantalan dimana pita berjalan. Atau istilah pabrik kaset biasa menyebutnya dengan pressure pad dan tape opening. Anda bisa menggantinya denganpressure pad dari kaset yang sudah rusak.
2. Mengganti pressure pad dengan segumpal kapas. Gunakan kapas secukupnya. Jangan terlalu padat.
3. Mengganti pressure pad dengan filter rokok putih [Marlboro, A Mild dan sebagainya]. Gunting filter rokok secukupnya lalu selipkan tapi jangan terlalu padat.
4. Menekuk pressure pad ke atas secukupnya. Ini hanya dilakukan jika busa yang menempel pada pressure pad masih cukup baik.
5. Cara kelima masukkan dalam kantung plastik transparan, lalu masukkan kulkas selama 15 menit hingga 1 jam. Hindari tetesan air.
HEAD DAN ROLLER TAPE
Suara terpendam bisa diakibatkan pula oleh head dan roller tape yang kotor. Jadi sering-seringlah membersihkan dan memeriksa bagian tersebut. Bersihkan secara berkala [tergantung seberapa sering tape digunakan]. Anda bisa membersihkannya dengan menggosok head dan roller yang berada disebelahnya secara perlahan dengan kertas.
Di bawah tempat penutup kaset pada tape player ada sebuah lubang kecil berdiameter beberapa mili. Lubang itu dibuat bukan tak ada gunanya. Disitu Anda bisa mengatur posisi ketinggian head.
Dan untuk menjangkau baut pegas head itu Anda bisa gunakan obeng min kecil. Putarlah sedikit ke kanan atau ke kiri untuk mengubah performa suara tape Anda. Bagian ini bisa Anda lakukan sambil mendengarkan kaset agar tahu perubahan suara yang terjadi.
JAMUR
Kaset yang tidak digunakan dalam waktu cukup lama akan berjamur. Apalagi bila kaset itu ditaruh ditempat yang kelembabannya cukup tinggi. Cara membersihkannya sebagai berikut:
1. Ganti kotak atau kemasan kaset kalau kemasan yang lama sudah sangat lusuh.
2. Bersihkan bagian dalam kotak dengan kuas kecil yang halus.
3. Bila jamur telah menjalar ke pita kaset, bersihkan dengan kuas halus yang sudah dibasahi alkohol secukupnya.
Catatan:
* Setelah mengganti pressure pad, masukan kaset ke dalam tape atau player. Klik tombolrewind hingga gulungan pita habis. Lakukan rewind ke kanan dan ke kiri 1-2-3 kali. Ini dilakukan untuk mengembalikan posisi pita yang bergeser dari tempatnya.
* Simpanlah kaset di tempat yang kering.
* Pita kaset yang berwarna lebih gelap atau kehitaman lebih awet dibanding yang berwarna coklat.
* Setelah dibekukan dalam kulkas biarkan kaset mengering secara alami. Jangan dijemur diterik matahari apalagi di keringkan dengan hair dryer atau di goreng.
* Hindari memutar ulang lagu yang sama berkali-kali. Biarkan kaset berputar hingga habis secara alami.

Sumber: http://servisperalatanelektronik.wordpress.com/2010/08/23/tips-merawat-kaset/

Senin, 02 September 2013

Tumblr

Kunjungi galeri baru pamaanshop di pamaanshop.tumblr.com

Instagram: Pamaanshop

Telah dirilis akun instagram baru kami, sila berkunjung :)

Pemesanan CD, Kaset, dan Vinyl

Untuk pemesanan produk berupa CD, Kaset, dan Vynil, hubungi kontak yang tertera dengan mencantumkan nama produk yang diinginkan.
contoh: “Bang ane pesen: Chuck Berry – Greatest, The Who – Substitute ama Oasis – Definitely Maybe ada gak? ane di bandung, mau COD.”
“Chuck Berry – The greatest. COD.”

Belle and Sebastian: Tigermilk


Judul Album : Tigermilk
Artis : Belle & Sebastian
Tahun Produksi :1996
Label: Electric Honey

Album debut dari Belle & Sebastian keluaran 1996 memang, saya akui, dapat dikatakan not everyone's cup of tea. Oke, saya dan fetish anti-mainstream. Namun ayolah, saya berusaha se-tidak bias mungkin dalam ulasan dari salah satu band all-time favorit sendiri ini.

Sejauh ini, belum ada diantara kawan yang suka Belle and Sebastian. Dan saya senang dengan fakta itu. Beberapa album diciptakan untuk didengarkan dengan sekelompok teman-teman yang agak mabuk, untuk dinyanyikan bersama pada suatu perayaan menyenangkan. Dan album ini bukan salah satu dari mereka.

Eksistensi Tigermilk sendiri adalah suatu berkah tersendiri, dan faktanya kini beredar di kalangan lebih luas (diluar sana, tentunya) adalah suatu keajaiban kecil. Kunci dari kisah tidak meyakinkan tersebut terletak pada Glaswegian terlampau berbakat, Stuart Murdoch, seorang mantan petinju yang, setelah didiagnosa menderita sindrom kelelahan kronis, memilih untuk mengejar alternatif karir sebagai penulis lagu.

Banyak kritikus yang terbuai oleh gaya lo-fi dengan sederhana, sementara lainnya hanya dapat melihat tweeness dibelakangnya.

Lagu-lagu didalamnya, dikemas dalam pengaturan yang tampak sederhana (dan ditangkap dengan indah oleh sang produser, mantan personil band associate, Alan Rankine) sebenarnya menghasilkan musik yang cekatan, mengartikulasi cerita cinta modern.

Ditulis selama masa isolasi ketika sedang menjalani pengobatan terhadap penyakitnya, sebagian lagu Murdoch mengadopsi estetika Folk dan berfokus terhadap karakter yang selama ini ia perhatikan selama hidup di balkon sebuah gereja. Murdoch dengan lidah terampilnya adalah sumber inspirasi secara menyeluruh, memberikan wawasan mengejutkan ke dalam tema termasuk bullying, tekanan, dan cinta -dan itu hanya dalam dua lagu pertama. Pada waktu tertentu, liriknya dapat menjadi komedi, serius, semangat, atau emosi apapun yang bisa ditunjukkan, dan lirik tersebut keluar dari suara yang datar dan terkadang rapuh seperti yang anda harapkan dari seorang pria cemas.

Dengan bekal bakat yang luar biasa, tantangan untuk Murdoch adalah untuk menemukan cara paling efektif dalam mengungkapkannya. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Tigermilkadalah formula yang sempurna -bahkan sekalipun kehadiran sang penulis yang begitu dominan terkadang membuat kita sering kali lupa bahwa itu merupakan suatu upaya kolaborasi. Kontribusi merata atau tidak, ini merupakan suatu rekor sampai ke legenda penciptaannya, memberikan patokan megah dari mana Murdoch dan Belle & Sebastian bisa berkembang lebih jauh.


Tracks
The State I Am In
Expectations
She’s Losing It
You’re Just a Baby
Electronic Renaissance
I Could Be Dreaming
We Rule the School
My Wandering Days Are Over
I Don’t Love Anyone

Mary Jo

ulasan album lainnyahttp://infoalbum.blogspot.com/